Wisata

Taman Kyai Langgeng

Taman Kyai Langgeng

Nama Kyai Langgeng sendiri diambil dari sosok ulama sekaligus pejuang pengikut Pangeran Diponegoro pada masa Perang Jawa (1825–1830). Makam Kyai Langgeng terletak di dalam area taman ini dan hingga kini masih dijaga keberadaannya sebagai bagian dari nilai sejarah dan penghormatan lokal. Terletak strategis di pusat kota, TKL Ecopark menyajikan perpaduan sempurna antara keindahan alam yang asri, sarana edukasi, serta beragam wahana rekreasi seru untuk segala usia. 

Harmoni Alam dan Ruang Terbuka Hijau

Sesuai dengan mengusung konsep Ecopark, objek wisata ini menawarkan suasana yang sangat sejuk dan rimbun. Hamparan pohon-pohon langka yang telah berusia puluhan tahun menjadikannya paru-paru kota sekaligus tempat ideal untuk melepaskan penat dari rutinitas harian.

Di area tengah objek wisata, pengunjung disuguhi pemandangan taman yang tertata rapi lengkap dengan kolam air mancur serta ikon landmark bertuliskan “Taman Kyai Langgeng”. Tak jauh dari sana, berdiri megah Ecopark Tower, sebuah menara pandang yang menawarkan pengalaman melihat keindahan lanskap hijau kawasan taman dari ketinggian.

Museum OHD

OHD Museum merupakan museum seni rupa milik pribadi yang digagas oleh kolektor ternama Indonesia, Dr. Oei Hong Djien (OHD). Terletak di pusat Kota Magelang, Jawa Tengah, museum ini menjadi salah satu destinasi wisata edukasi dan seni paling penting di Indonesia, menyimpan ribuan karya seni rupa modern dan kontemporer dari para maestro ternama.

Daya Tarik & Koleksi Unggulan

  • Karya Maestro Terkenal: Menyimpan karya langka dari tokoh seni rupa Indonesia seperti Affandi, S. Sudjojono, Hendra Gunawan, Soedibio, hingga Raden Saleh.

  • Arsitektur & Instalasi Ikonik: Bagian luar museum dihiasi oleh relief dan instalasi logam raksasa karya seniman kontemporer (seperti instalasi plat baja karya Entang Wiharso pada dinding luar gedung utama).

  • Ruang Pamer Luas: Terdiri dari beberapa gedung pameran yang menampilkan rotasi karya, pameran tematik, serta ruang khusus pameran tunggal seniman ternama.

Monumen Jendral Ahmad Yani

Ketika Kota Magelang dipimpin Wali Kota Mochammad Subroto (1966-1979), Taman Badaan sisi barat dibenahi dengan didirikan Monumen Jendral Ahmad Yani dan dibangun kolam air berbentuk angka 8.

Monumen Jendral Ahmad Yani diresmikan 19 Juni 1972. Monumen ini terletak di Taman Badaan sisi barat. Patung merupakan sumbangan dari Kodam VIII/ Brawijaya. Di belakang, terdapat sebuah tembok dengan lambang Garuda Pancasila, sedangkan di bawah patung terdapat simbol Kodam VII Diponegoro.

Area taman yang luas juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas , seperti jalur jogging, area bermain anak, hingga gazebo untuk bersantai.